Ulasan Buku: Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara

0

Penulis: Aji ‘Chen’ Bromokusumo (Co-author: Novie Chen & Ennita ‘Peony’ Wibowo)

Penerbit: Penerbit Buku Kompas – PBK, Agustus 2013

Tebal: 189 halaman

 

Makanan adalah salah satu produk budaya yang mampu melampaui batas – batas geografis, bangsa, dan zaman. Seperti halnya ragam kuliner Nusantara berikut ini: bakso, bakmi, soto, lumpia, galantin, bistik, bakpia, kue lapis legit (spekkoek) atau es puter. Siapa yang tidak kenal dengan nama-nama tersebut, apalagi bagi mereka yang pernah—sebentar atau lama, sedikit atau banyak—berkunjung ke Indonesia dan mencicipinya. Tapi, tahukah Anda jika makanan tersebut dan beberapa jenis lainnya sedikit banyak merupakan warisan dari campur tangan kaum peranakan Tionghoa?

Penulis buku ini, yang juga berasal dari keluarga peranakan di Semarang, dengan tekun telah mencatat dan mendokumentasikan berbagai kuliner peranakan Tionghoa yang sekarang justru telah dikenal sebagai makanan khas daerah tertentu di berbagai kota di Indonesia. Menariknya lagi adalah bahwa uraian yang disajikan menggunakan paduan pendekatan etnografi dan majalah wisata kuliner, sehingga halaman demi halaman dipenuhi dengan deskripsi yang detail, historis, dan menarik. Apalagi, di setiap topik selalu disisipi dengan ilustrasi gambar hasil dari memotret sendiri. Buku ini pun tidak hanya memamerkan ragam menu, bahan dan resep masakan, tetapi juga berbagai alat dan teknik memasaknya.

Buku ini mengingatkan bahwa cita rasa kuliner peranakan Tionghoa pada dasarnya tidak tunggal, tetapi jamak sebagaimana masyarakatnya yang plural:  ada yang berkiblat pada barat (Belanda), timur (Tiongkok) dan lokal (Nusantara). Karena mempunyai variasi menu yang sangat beragam itulah kuliner peranakan Tionghoa justru dihargai tinggi.

Share.

About Author

Leave A Reply

FreshMail.com
 

FreshMail.com