Acara Peringatan 65 Tahun Orang Maluku di Belanda

0

Sebuah acara untuk memperingati 65 tahun kedatangan orang-orang Maluku di Belanda diadakan pada Sabtu, 2 April 2016, di Rotterdam, Belanda. Acara ini diadakan di LP2, Las Palmas, dan telah dihadiri oleh sekitar 1250 orang yang di antaranya terdiri dari generasi pertama hingga ketiga masyarakat Maluku dari seluruh Belanda.

Acara budaya dan historis ini merupakan inisiatif Museum Maluku yang diketuai oleh Glenn Haulussy (lihat wawancara kami dengan beliau di sini.) Acara ini juga dihadiri oleh Walikota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb, dan para pendatang disuguhi oleh ragam acara hiburan musik, tarian, juga lawak oleh komedian Belanda, Jandino.

65 tahun sejarah

Pada 1951, orang-orang Maluku menginjakkan kaki pertama kalinya di tanah Belanda. Puluhan armada kapal laut tiba di Rotterdam membawa 12.500 orang Maluku, yang terdiri dari penduduk sipil dan prajut Belanda (KNIL) beserta keluarganya. Mereka kemudian ditempatkan di beberapa kota yang tersebar di Belanda, seperti di Kota Huizen.

Kedatangan mereka merupakan sebuah solusi sementara untuk situasi politik di Indonesia yang memanas saat itu. Tidak heran, pikiran mereka saat itu adalah bahwa kedatangan mereka ke negeri ini hanyalah sesaat sebelum kembali dipulangkan. Namun, harapan mereka tersebut tak kunjung menjadi nyata. Kini, kebanyakan dari mereka telah terintegrasi dengan masyarakat Belanda.

Kekuatan dan semangat masa depan

Acara ini bukan hanya bertujuan untuk mengingat tentang sejarah, tapi juga untuk merayakan kekuatan serta semangat masyarakat Maluku di Belanda. Meskipun menghadapi masa-masa awal yang sulit di Belanda, banyak masyarakat Maluku yang telah mampu beradaptasi di Belanda dan melahirkan nama-nama figur publik yang sukses. Di sini juga letak pentingnya generasi muda Maluku yang sadar diri akan identitasnya dan agar terus membangun sejarah-sejarah baru yang lebih baik dan positif.

 

 

Share.

About Author

Leave A Reply