Wawancara Miss Aziatische 2015: Tiurlan Tobing

0

“Saya bangga dengan budaya Indonesia.”

Ajang pertama Miss Aziatische yang telah diselenggarakan oleh Aziatische Markt pada 10 Oktober 2015 lalu mengeluarkan seorang pemenang. Dialah Tiurlan Tobing, perempuan berdarah Indonesia asal Almelo, Overijssel. Ia berhasil mengalahkan 14 kontestan lainnya dan berhak mendapatkan titel Miss Aziatische 2015.

Mengkuti ajang kecantikan seperti ini bukanlah hal baru buat perempuan lulusan Film and Television Studies, Universitas Utrecht, ini. Pada 2011, Tiurlan ikut bergabung dengan pemilihan Miss & Mister Indonesisch dan sukses meraih pemenang kedua. Ketika ditanya tentang alasan mengikuti ajang-ajang kecantikan seperti ini, jawabannya adalah: “Saya bangga dengan budaya Indonesia dan ingin berbaginya dengan sebanyak orang mungkin.”

BelindoMag mendapat kesempatan untuk mewawancarai Tiurlan di tengah kesibukannya bekerja sebagai asisten-produksi buat film Belanda “De Held”. Kami ingin sekali mengenal lebih lanjut tentang Tiurlan beserta aspirasi dan rencananya untuk mempromosikan Indonesia ke masyarakat Belanda.

Berikut ini adalah percakapan kami!

 

1. Bagaimana rasanya telah memenangkan gelar Miss Aziatische 2015?

Bagi saya ini adalah sebuah kemenangan yang besar dan saya sungguh bersyukur bisa mendapatkan gelar Miss Aziatische 2015. Saya sangat bangga dengan gelar ini!

2. Apa yang membuat kamu memutuskan untuk bergabung dengan ajang Miss Aziatische 2015?

Saya berpartisipasi dalam pemilihan Miss Aziatische 2015 karena saya bangga dengan budaya Indonesia dan ingin membaginya dengan sebanyak mungkin orang. Ajang ini memberikan saya wadah yang tepat untuk itu. Dengan titel ini saya bisa mewakili budaya Indonesia di Belanda.

3. Apa yang membedakan kamu dari kontestan lainnya?

Menurut saya, saya menang karena presentasi saya tentang identitas bicultural yang juga bisa dipahami para juri dan penonton.

Saat kecil saya tidak sadar bahwa latar belakang saya Indonesia. Baru saat besar dan banyak yang mulai bertanya “Kamu asalnya dari mana?”, saya mulai bertanya-tanya tentang identitas budaya saya. Melalui film, dokumenter, dan buku saya bisa lebih belajar tentang budaya dan sejarah Indonesia. Akhirnya, saya sampai pada kesimpulan bahwa saya mewakili kedua budaya dan memiliki identitas bicultural.

4. Apa yang paling kamu sukai tentang Indonesia?

Orang-orangnya, keramahan mereka, alam yang indah dan yang masih banyak belum tersentuh.

5. Menurut kamu, seperti apa kecantikan perempuan Indonesia?

Kecantikan perempuan Indonesia terletak pada perilaku dan karakternya yang lembut. Menurut saya mungkin kadang agak terlalu lembut, tapi ini sebuah pengamatan dari kacamata Barat saya. Di Belanda, mungkin saya juga dianggap sopan, tapi di Indonesia mungkin saya dianggap terlalu “direct”.

Interview Miss Aziatische 2015: Tiurlan Tobing

6. Apa rencana kamu dalam mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Belanda?

Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya bisa mempromosikan budaya Indonesia lewat sebuah film atau program serial TV. Saya berharap bisa melakukannya dengan orang yang memiliki latar belakang budaya yang sama dan juga di dunia media.

7. Apakah satu hal yang perlu lebih banyak diketahui masyarakat Belanda tentang Indonesia?

Sejarah antara Belanda dan Hindia-Belanda. Menurut saya, hal ini bisa lebih membangun pengertian akan sejarah dan budaya kedua negara. Sayangnya, generasi muda Belanda sekarang kurang atau bahkan tidak mengerti tentang sejarah itu.

8. Jika punya satu keinginan yang bisa dikabulkan, apakah itu?

Astaga, ini pertanyaan yang sulit … Bahwa setiap orang dapat hidup dalam kesehatan dan kebahagiaan. Ini terdengar sangat klise, tapi menurutku kedua hal inilah paling dibutuhkan manusia. Dan cinta, tentu saja.

9. Apa harapan dan aspirasi kamu untuk masa depan?

Saya berharap bisa berbagi tentang budaya Indonesia kepada sebanyak mungkin orang. Misalnya, melalui berbagai acara, (sosial) media, wawancara, dan berbicara dengan orang lain.

10. Apakah ada pesan yang ingin disampaikan?

Terima kasih banyak untuk wawancara ini, BelindoMag! Semoga wawancara ini juga bisa membantu memberikan sedikit pemahaman tentang budaya Indonesia. Sukses buat BelindoMag sampai bertemu lagi!

 

Foto: Herwin Wels

Share.

About Author

Leave A Reply