5 Ragam Topi Khas Indonesia

0

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, topi bukan saja digunakan sebagai pelengkap fashion. Banyak orang Indonesia gemar memakai topi tradisional sebagai bagian dari kebanggaan budaya yang tak ternilai harganya.

Mengingat luasnya khazanah budaya Indonesia, topi-topi tradisional Indonesia pun sangat beragam dan masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Lima jenis topi khas Indonesia akan dibahas dalam artikel ini. Topi mana yang menjadi favorit Anda?

1. Peci Hitam

Kata peci berasal dari kata Belanda “petje” (topi kecil) dan sangat erat kaitannya dalam budaya Melayu. Peci juga terkadang disebut sebagai kopiah atau songkok. Topi ini memiliki bentuk oval, hampir selalu berwarna hitam atau berbordir dengan bahan katun atau beludru. Pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Sukarno, peci resmi menjadi bagian dari pakaian nasional Indonesia buat kaum pria. Biasanya, peci digunakan saat acara-acara kenegaraan atau acara-acara meriah (perkawinan), juga digunakan sebagian orang saat beribadah (shalat).

2. Seraung
Seraung adalah topi lebar yang terbuat dari anyaman daun kering, berguna untuk melindungi kepala dari terik matahari tropis yang ganas. Topi ini sering kali dihiasi kain bermotif atau manik-manik. Suku Dayak dikenal memakai topi ini saat bekerja di ladang. Topi ini merupakan topi yang cukup populer di Indonesia; para wisatawan asing pun sering membeli Seraung sebagai suvenir.

 

3. Kupiah Meukeutop
Kupiah Meukeutop adalah topi tinggi berbentuk runcing yang umumnya digunakan kaum pria. Topi ini dijadikan pelengkap busana adat Aceh dan sering kali digunakan oleh pengantin pria pada acara perkawinan tradisional. Kupiah Meukutop terbuat dari kain songket Aceh disertai pernak-pernik khas Aceh lainnya.
4. Blangkon Yogyakarta
Blangkon Yogyakarta adalah jenis penutup kepala yang terbuat dari batik. Yang unik dari blangkon jogja ini terletak pada mondolan di belakangnya. Konon, mondolan ini melambangkan masyarakat Jawa yang pandai menyimpan rahasia, tidak membuka aib orang dan sopan dalam bertutur.

5.Udeng
Udeng adalah topi khas orang Bali. Topi ini umumnya dipakai saat upacara adat, pertemuan tradisional, kegiatan keagamaan, hari libur keagamaan, dan terkadang juga dipakai sehari-hari oleh orang tua dan pemuka agama. Udeng terdiri dari beragam motif dan warna. Jenis penutup kepala ini juga sarat akan arti. Lipatan yang lebih tinggi di sebelah kanan menandakan bahwa manusia hendaknya berusaha untuk selalu berbuat baik, lipatan di tengah menandakan pemusatan pikiran seseorang, sementara lipatan yang menunjuk ke atas melambangkan Tuhan Yang Maha Esa. (Esma Abbadi)

 

(Disarikan dari berbagai sumber)

 

 




Share.

About Author

Leave A Reply