5 Tarian Tradisional Khas Bali

2

Aahh, Bali. Bagi yang sudah ke sana, mendengar namanya saja buat kita terkenang oleh segala pesona alam yang disuguhkannya. Bukan itu saja, keindahan tradisi yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Bali membuat kita ingin kembali menyaksikannya. Seperti halnya tarian-tarian tradisionalnya yang unik dan istimewa di bawah ini:

  1. Tari Kecak

Berbeda dengan tarian tradisional umumnya, tari kecak tidak diiringi oleh instrumen musik, melainkan oleh suara “chak-chak” yang diutarakan para penarinya. Dari suara itu jugalah asal nama tarian ini. Tarian ini dilakukan oleh sekelompok pria (yang jumlahnya bisa mencapai ratusan) yang duduk melingkar sambil mengangkat kedua tangan mengikuti irama dan dipimpin oleh seorang pendeta di tengah. Tarian yang mengambil cerita dari Ramayana ini dicipatakan pada tahun 1930-an oleh Wayang Limbak dan pelukis asal Jerman Walter Spies.

  1. Tari Pendet

Tari pendet merupakan tarian Bali yang awalnya adalah tarian pemujaan yang diciptakan oleh I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng pada tahun 1950. Pada 1967, tarian tersebut diubah menjadi tarian penyambutan. Tarian ini dibawakan oleh sekelompok gadis muda yang masing-masing sambil membawa sangku, kendi, cawan, serta perlengkapan sesajen lainnya. Adapun orkes gamelan yang mengiringi tari pendet ini ialah gamelan gong, gamelan palegongan, atau gamelan semar pagulingan. Gerakannya sederhana namun dinamis, pendet sering dianggap sebagai dasar gerakan tari tradisional Bali.

Tari Kecak (Foto: Yves Picq)

Tari Kecak (Foto: Yves Picq)

  1. Tari Legong

Nama dari tari ini berasal dari kata legong yang berarti gerakan yang terikat oleh iringan gamelan. Awalnya, tarian ini dikembangkan pada abad ke-19 di keraton-keraton Bali. Konon, tari yang biasanya dibawakan oleh dua atau tiga perempuan ini diciptakan atas dasar mimpi Pangeran Sukawati yang melihat bidadari. Awalnya, tarian ini juga dipentaskan khusus untuk upacara-upacara sakral. Raut wajah penari cenderung ekspresif dengan dinamika gerakan tangan dan kaki yang cukup kompleks. Tari Legong Kraton adalah jenis tarian yang paling terkenal.

  1. Tari Cendrawasih

Sesuai dengan namanya, tari ini terinspirasi oleh burung langka yang hidup di Papua. Tari ini ditampilkan pertama kali pada 1988 dan diciptakan oleh N. L. N. Swasthi Wijaya Bandem. Tarian duet ini bercerita tentang sepasang burung cendrawasih yang bernyanyi dan menari saat tengah memadu kasih.

Tari Pendet (Foto: Fitri Gaylani Sabariah)

Tari Pendet (Foto: Fitri Gaylani Sabariah)

  1. Tari Barong

Tarian khas Bali yang satu ini mirip dengan pertunjukan Barongsai asal Cina karena menggunakan boneka yang berwujud harimau. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam tari barong didasarkan pada cerita yang berbeda, yakni pertarungan antara Barong (kebaikan) dan Rangda (kebatilan). Selain itu, pertunjukan tari yang mengandung unsur komedi ini juga menyertakan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda. Jenis-jenis tari barong adalah Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan.

 

Foto tari legong: Yves Picq

 




Share.

About Author

2 Komentar

Leave A Reply