Kesan Pilpres 2014 di Belanda

0

Pada 9 Juli lalu telah diadakan pemungutan suara pemilihan presiden di Indonesia. Ramai terlihat di berbagai social media foto-foto warga Indonesia yang ingin membuktikan telah menggunakan hak suaranya.

Warga Indonesia di Belanda juga mendapatkan kesempatan yang sama. Pada waktu yang ditentukan lebih awal, tepatnya pada Sabtu, 5 Juli lalu, warga Indonesia di Belanda sudah dapat memberikan suaranya secara langsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag. Tampak dari luar antrean panjang warga Indonesia yang tetap semangat meskipun diterpa hujan. Menurut Indonesia.nl, sebanyak 2,342 warga Indonesia dari berbagai kota di Belanda telah berpartisipasi pada Pilpres 2014 di Belanda.

Kesan Pilpres 2014 di Belanda belindomag.nl

Warga Indonesia yang ramai mengantre di luar gedung KBRI (Foto: Aya de Ligt)

Di antara ribuan pemilih tersebut, kami telah tanyakan dua warga Indonesia untuk berbagi pengalamannya dengan para pembaca BelindoMag. Simaklah di bawah ini.

Burdiandira, Den Haag

Selama tinggal di Belanda baru sekarang ada keinginan untuk ikutan memilih. Saya rela mengantre panjang diterpa hujan lebat demi Indonesia maju.  Saya senang melihat Ibu Dubes (Retno L.P. Marsudi) turun ke jalan untuk menyambut dan menanyakan situasi para pemilih yang sedang mengantre. Sayang sekali pihak organisasi tidak mengantisipasi  jumlah orang yang datang dan keadaan cuaca hari itu.  Untung saja para pemilih yang membawa anak atau orang tua dipersilakan maju duluan.

Kesan Pilpres 2014 di Belanda belindomag.nl

Burdiandira (kanan) bersama Ibu Dubes

Ada beberapa hal yang memperlambat proses pemilihan di TPS. Bagi pemilih yang tidak mendapatkan kartu kuning (kartu tanda pendaftaran pemilihan) harus mengisi formulir putih dahulu. Kadang orang tidak membawa pulpen atau tidak ada tempat khusus untuk mengisi formulir ini. Jadi, agak ribet mengisi formulir ini. Kadang petugas baru memberi tahu hal ini ketika kami sudah dekat dengan meja penyerahan formulir sehingga para pemilih yang di belakang harus lebih lama menunggu.

Mungkin ada hikmahnya berdiri selama kurang lebih dua jam. Saya dapat berdiskusi dengan rekan-rekan  dan memikirkan mengapa saya memilih pilihan saya. Oleh karena itu, pilihanku menjadi lebih mantap!

Aya de Ligt, Schiedam

Kesan Pilpres 2014 di Belanda belindomag.nl

Aya berharap suaranya dapat menjadikan Indonesia lebih baik

 

Awalnya aku ingin golput. Tapi, aku ingin Indonesia menjadi lebih baik.  Aku yakin banyak orang yang hadir hari ini berpikiran sama. Aku amati ternyata banyak pemilih dadakan karena banyak yang baru isi formulir di tempat. Ada yang paspornya sudah kadaluarsa tapi karena ingin vote jadi nekat datang ke KBRI. Ada juga orang dari Jakarta yang lagi liburan di sini.

Masyarakat indonesia begitu antusias untuk pilpres kali ini. Bayangkan saja mereka datang dari segala penjuru kota di Belanda. Hujan-hujan tapi mereka tetap rela mengantre rapi sampai bilik suara. Semua ini demi Indonesia yang lebih baik.

 

SHARE.
Share.

About Author

Leave A Reply