Dayu: Tubuhnya Tak Halangi Kesuksesan

1

Oleh: Jolie Kaban

Nama lengkapnya Ida Ayu Kencanawati Kawia Pidada. Biasa dipanggil Dayu, wanita berusia 40 tahun ini memiliki perawakan fisik yang tidak selayaknya orang umumya. Bahasa kerennya disebut dwarfisma, tumbuh kerdil.

Saya tertarik untuk menceritakan mengenainya karena dia adalah seorang wanita yang luar biasa. Kenapa? Ya, dia salah satu wanita dari 300 peserta yang diundang oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) di Jakarta untuk mendampingi usaha-usaha yang ada di Bali pada bulan Oktober 2013 lalu. Seluruh peserta tersebut dipecah menjadi 2, yaitu 150 peserta untuk UKM dan 150 peserta retail dan koperasi. Selama pelatihan berlangsung, terjadi proses seleksi dan alhasil terpilihlah 50 orang yang dianggap berkualifikasi, yaitu 20 orang asesor dan 30 orang fasilitator. Dari Bali sendiri, terpilih 5 orang untuk menjadi fasilitator dan salah satunya adalah Dayu.

Dayu: Tubuhnya Tak Halangi Kesuksesan

Dayu selama wawancara bersama penulis

Sekembalinya dari Jakarta, Dayu mengemban tugas yang berat. Terpilih menjadi fasilitator adalah hal yang membanggakan karena mendapat kepercayaan dari pihak Kementerian UKM dan Koperasi. Berbagai tantangan tentu dihadapinya, terutama soal kemampuannya dalam memfasilitasi para usaha kecil menengah mengingat kondisi fisiknya yang “tidak sempurna”. Tetapi, dia adalah seorang wanita yang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi serta ulet hingga akhirnya berhasil mendampingi 4 UKM dan dipercaya oleh pemiliknya. Usaha-usaha tersebut di antaranya: CV. Tarum, yang bergerak di bidang garmen; CV. Maharani yang bergerak di bidang handycraft; CV Ladies Bazar yang bergerak di bidang mutiara; dan Castalie Bag yang bergerak di bidang tas kulit. Pendampingan yang dilakukan Dayu berfokus pada pengembangan marketing, product development, dan store development.

Dayu adalah salah satu aset bangsa kita yang perlu dilirik. Dan semoga ceritanya bisa menjadi inspiratif bagi siapa pun yang ingin sukses.

 

SHARE.
Share.

About Author

1 Komentar

Leave A Reply