Cuaca buruk tak halangi masyarakat Indonesia di Belanda ke Pesta Rakyat 2015

0

Hujan membasahi gedung serta lapangan Sekolah Indonesia Nederland (SIN), Wassenaar, di Sabtu pagi, 5 September 2015, membenarkan ramalan cuaca hari itu. Padahal, di sanalah akan dilangsungkan sebuah acara yang dinanti-nantikan masyarakat Indonesia di Belanda setiap tahunnya. Pesta Rakyat namanya.

Pesta Rakyat merupakan sebuah inisiatif KBRI Den Haag bekerja sama dengan Rumah Budaya Indonesia (RBI) yang merupakan bagian dari rangkaian acara perayaan HUT Kemerdekaan RI. Dinamakan Pesta Rakyat karena acara ini adalah sebuah pesta budaya dan kuliner dari dan untuk masyarakat Indonesia di Belanda. Boleh dikatakan, hanya di hari inilah orang Indonesia berkesempatan untuk merasa seakan-akan berada di Tanah Air.

Sebanyak 42 stand masakan khas Nusantara dapat ditemukan di ajang ini. Pilihan tentu saja banyak. Dari kue-kue jajanan pasar, bubur ayam manado, sate kambing, rujak cingur, mie ayam bakso, hingga aneka minuman es ditawarkan di sini. Bukan itu saja, beberapa stand juga memamerkan kekayaan produk asli Indonesia yang bisa dibeli pengunjung, seperti beragam aksesoris, kain batik, maupun produk makanan Indonesia. Para pengunjung juga berkesempatan mendapatkan hadiah doorprize yang diberikan oleh sejumlah sponsor dengan hadiah utama Tiket Amsterdam – Jakarta pp dengan Garuda Indonesia. Hadiah-hadiah lainnya adalah sepeda dari pabrikan sepeda Indonesia Polygon, televisi, dan berbagai alat komunikasi dan rumah tangga.

Para pengunjung juga terhibur oleh beragam acara pertunjukan budaya, seperti konser angklung serta tarian-tarian tradisional Indonesia yang menawan. Untuk tahun ini, pihak KBRI Den Haag mendatangkan beberapa artis dari Tanah Air, seperti grup penari kreatif Warna Indonesia, penyanyi pop Leo Mokodompit, serta penyanyi dangdut Elvi Zubaedah. Selain artis Jakarta, Pesta Rakyat kali ini juga diramaikan dengan penampilan lokal dari siswa-siswi Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH), Band PPI, band Marabunta dan tarian dari Sanggar Suka Duka serta mantan penerima Beasiswa Darmasiswa, Anouk Wilke yang menari Jatilan. Penonton tak mampu menahan keinginannya untuk ikut bergoyang dan berjoget, apalagi untuk tarian poco-poco, membuat suasana tambah meriah.

Maka tak heran jika hujan bukanlah kendala bagi mereka yang ingin melepas rindu terhadap suasana serta cita rasa kampung halaman. Buktinya, seperti yang diungkapkan Ketua Panitia Pesta Rakyat 2015, Bapak Azis Nurwahyudi, sebanyak 2.500 orang datang dalam waktu satu jam setelah pintu dibuka. Hingga sore hari sudah tercatat 7.000 orang yang hadir dalam acara tersebut. Para pendatang bukan saja orang-orang Indonesia yang bermukim di Belanda, namun juga orang-orang Belanda dan bahkan dari Belgia.

Untungnya, hujan tidak lama pun berhenti dan sinar matahari makin menghangatkan suasana kekeluargaan dan keceriaan ribuan masyarakat Indonesia yang hadir di Pesta Rakyat 2015.

 

Foto: Adi Zitter (Adizitter.com)

 

Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015Pesta Rakyat 2015

SHARE.
Share.

About Author

Leave A Reply