Film Festival Rotterdam 2015

0

Bulan lalu, International Film Festival Rotterdam (IFFR) edisi ke-44 telah digelar. Dari tanggal 21 Januari hingga 1 Februari 2015, para penggila film dapat menikmati film-film dari seluruh dunia dengan berbagai macam tema dan genre. Bukan hanya menonton film, yang unik dari festival ini adalah kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan sutradara film disertai sesi tanya-jawab setiap film selesai. Film-film IFFR tersebar di berbagai jaringan bioskop di pusat kota Rotterdam. Tentu saja, lokasi-lokasi tersebut juga mudah diakses.

Meskipun film-film di festival ini bukan film blockbuster Hollywood, peminatnya tetap banyak. Buktinya, IFFR tahun ini telah dikunjungi oleh lebih dari 300,000 orang! IFFR bukan hanya populer di kalangan orang-orang yang studi perfilman, media atau seni, tapi juga banyak (terutama di antara penduduk migran) yang tertarik pada film yang berasal dari negara asalnya. Yang lainnya, mereka mengunjungi festival ini sebagai hiburan alternatif. Seperti halnya sebuah pasangan yang sempat kami temui di IFFR. Mereka telah mendapatkan tiket sebagai hadiah ulang tahun. “Kami sangat suka menonton film, makanya putra kami pun memberikan dua tiket ke IFFR di hari ulang tahunku,” ujar salah seorang dari pasangan tersebut.

Tentu saja, Indonesia pun hadir di IFFR dengan membawa empat film: “Another Trip to the Moon” atau “Menuju Rembulan” (Ismail Basbeth), “Siti”, (Eddie Cahyono), “Waiting for News” atau “Menunggu Kabar” (Yandy Laurens), dan “Lonely Wolf” atau “Pendekar Kesepian” (Yusron Fuadi). Keempat film asal Indonesia ini memiliki genre, durasi, dan tema yang bervariasi. Sayangnya, BelindoMag hanya sempat menonton satu di antara keempat film tersebut (baca ulasan film Another Trip to the Moon). Tapi yang jelas BelindoMag tak akan ketinggalan untuk hadir kembali pada IFFR edisi ke-45 yang berlangsung 27 Januari sampai dengan 7 Februari 2016! (Valerie Krul)

Share.

About Author

Leave A Reply