Filosofi Kopi menjadi film pembuka Amsterdam Indonesian Film Week 2015

0

Oleh: Valerie Krul

Pada hari Rabu, 25 November, Amsterdam Indonesian Film Week (AIFW) 2015 digelar di Lab111, Amsterdam. AIFW merupakan hasil kerja sama Menteri Pendidikan dan Budaya RI, Badan Perfilman Indonesia (BPI), CinemAsia, Dyandra Covex, Lab111, dan Bocca Coffee Roasters. AIFW digelar dengan tujuan antara lain: untuk mempromosikan film-film Indonesia sebagai alat diplomasi, meningkatkan perhargaan orang asing terhadap film dari Indonesia, serta untuk meningkatkan kualitas film Indonesia.

BelindoMag tentu saja tidak mau ketinggalan untuk hadir pada acara pembukaan AIFW. Acara tersebut dimulai dengan resepsi, di mana para tamu bisa menikmati camilan enak khas Indonesia dari Restoran Soenda Kelapa dengan kopi lezat Bocca Coffee Roasters. Acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan AIFW dari pihak CinemAsia, KBRI Den Haag, dan Menteri Pendidikan dan Budaya Indonesia. Mereka menekankan pentingnya AIFW untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah disebutkan di atas. Menurut mereka, orang asing bisa mengenal “Indonesia saat ini” melalui film-film modern dari Indonesia. Oleh karena itu, mereka juga punya keinginan agar AIFW akan menjadi festival tahunan.

Filosofi Kopi de Openingsfilm van de Amsterdam Indonesian Film Week 2015

Film Filosofi Kopi arahan Angga Dwimas Sasongko menjadi film pertama yang ditayangkan pada AIFW. Film ini bercerita tentang Jody dan Ben, dua teman yang telah mendirikan sebuah kedai kopi yang dinamakan Filosofi Kopi di Jakarta. Suatu saat, seorang pengusaha muncul di kedai kopi mereka dan menantang Ben untuk membuat kopi yang sempurna. Kejadian ini memungkinkan Jody dan Ben untuk memecahkan masalah finansial mereka. Film ini berfokus pada hubungan antara ayah dan anak, persahabatan, dan masalah harian yang biasa ditemui.

Sebelum menonton film ini, Jenny Yusuf, penulis skenario film Filosofi Kopi, berbicara tentang pengalamannya selama pembuatan film. Proses produksi film ini dimulai pada tahun 2011. Ia sendiri mengaku tidak suka kopi. Selama pembuatan film ini, ia bertemu dengan banyak barista dan ahli kopi lain hingga apresiasinya terhadap kopi meningkat. Namun begitu, Jenny masih belum penggemar kopi.

Film tersebut merupakan sebuah “feel-good movie”. Film ini menunjukkan tentang kehidupan harian di Indonesia masa kini dari segi yang humor. Tidak suka kopi? Tidak apa-apa! Filosofi Kopi tidak akan menyentuh hati para penggemar kopi saja, melainkan semua orang yang menyukai Indonesia dan film-filmnya.

Filosofi Kopi de Openingsfilm van de Amsterdam Indonesian Film Week 2015

Selain Filososfi Kopi, 4 film Indonesia lainnya juga diputar, yakni: Soekarno, Siti, In the Absence of the Sun (Selamat Pagi, Malam), dan Comic 8. Tiket dari beberapa film sudah terjual habis dengan cepat. Selain itu, beberapa film Indonesia dari CinemAsia FilmLab juga diputar di AIFW: Phantom Napalm, Untuk Selalu, dan Verboden Liefde (Cinta Terlarang).

 

SHARE.
Share.

About Author

Leave A Reply