Sekali ke Sulut, So Pasti Ingin Kembali

0

Oleh: fel-travelz.com

Ini sudah kesekian kalinya kami mengunjungi propinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang letaknya di ujung utara Nusantara, berdekatan dengan Filipina. Pengalaman kami di sana selalu mengesankan, terutama oleh keindahan alamnya, keramahan orangnya, dan yang paling penting…makanannya yang banyak bercita rasa pedas!

Suasana pun langsung terasa seperti di “rumah” sesampainya kami di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado. Home sweet home. Banyak terlihat turis mancanegara di sini untuk melihat indahnya wisata bawah laut yang terkenal di pelosok dunia, Bunaken. Terdengar para turis ini berbahasa Jerman, Prancis, bahkan juga Jepang dan Cina. Kota Manado juga cukup dikenal di kalangan internasional lewat acara-acara besar, seperti World Ocean Conference dan Sail Bunaken.

Bangga juga.

Perjalanan kami diteruskan ke Amurang, jauhnya kira-kira satu setengah jam dengan mobil. Selama perjalanan, kami melewati indahnya pemandangan laut dengan pulau Bunaken tampak dari kejauhan. Setelah melalui jalan-jalan berkelok, akhirnya kami sampai juga di Kota Amurang. Kota ini merupakan kota pelabuhan di zaman Portugis, dengan objek wisata Pantai Moinit yang terkenal. Di sini pun terdapat pabrik minyak kelapa sawit yang sangat besar, dan juga jembatan Ranoiapo yang menghubungkan daerah pemukiman dengan pusat kota (Amurang Centrum).

Esok harinya, setelah cukup beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kota Tomohon, yang terkenal dengan keindahan produksi bunganya. Di sini sering diadakan parade bunga. Tidak seperti Amurang yang terletak di pantai dan berudara panas, Tomohon terletak di kaki Gunung Lokon yang indah dan berhawa dingin. Siap-siaplah untuk pakai selimut kalau tidur malam! Di sini juga banyak sawah yang terbentang luas dan kebun-kebun yang menghasilkan beraneka ragam tumbuhan. Kami sempat berjalan kaki di antara sawah-sawah dan perkebunan hijau ini—rasanya tenang dan segar luar biasa menghirup udara bebas polusi. Selain itu, datanglah ke pasar Tomohon karena terkenal dengan menjual hal-hal yang jarang kita temui di pasar tradisional biasa, seperti kalong dan tikus! Itulah Bhineka Tunggal Ika.

Selain Amurang dan Tomohon, tentunya banyak hal yang bisa dilihat di Sulut, antara lain Desa Woloan—terkenal dengan rumah panggungnya, Kota Kawangkoan—terkenal dengan kacangnya, Bukit Doa—menampilkan agama-agama di Indonesia, dan tentunya, Manado—ibukota propinsi.

Alat transportasi dalam kota yang paling mudah untuk turis adalah taksi dan ojek, atau angkot. Sedangkan untuk dalam desa, pastikan naik delman atau yang disebut orang lokal sebagai bendi.

Dalam soal makanan, ciri khas masakan Sulut terdiri dari berbagai macam bumbu dan rasa, yang didominasi oleh rasa pedas. Bumbu rica paling dikenal orang, tapi ada juga resep woku belanga, ayam ijo, rica rodo dan camilan dari panada, kacang goyang, sampai lalampa (lemper). Tapi, menurut saya yang paling luar biasa dari semua adalah pisgor (pisang goreng) yang dimakan dengan sambal roa, super enak! Sekali coba, dijamin pasti mau dan mau lagi.

Manado, si negeri nyiur melambai, dan berbagai daerah dan pulau sekelilingnya di Sulut, wajib dikunjungi karena memang menyimpan kekhasan tersendiri yang mengundang pendatang untuk kembali. Dan kami pun akan kembali. So pasti!

SHARE.
Share.

About Author

Leave A Reply